PERTEMUAN 11
Berbagai struktur obat dengan gugus aromatis dan kontriibusinya terhadap khasiat suatu obat
1. Parasetamol (asam 4-asetamidofenol)
- Parasetamol, yang biasa digunakan sebagai analgesik dan antipiretik, memiliki inti fenolik dalam struktur aromatiknya. Meskipun bukan senyawa antiinflamasi nonsteroid (NSAID), parasetamol tetap memiliki efek analgesik dan antipiretik yang signifikan.
2. Aspirin (asam asetilsalisilat)
- Aspirin, seorang NSAID yang digunakan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan, memiliki cincin aromatik fenolik. Gugus ini berkontribusi pada efek antiinflamasi dan antipiretiknya dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX).
3. Morfina (alkaloid opiat)
- Morfina, sebagian besar dikenal sebagai analgesik kuat, memiliki inti fenolik dalam struktur aromatiknya. Interaksi dengan reseptor opioid di sistem saraf pusat menjadi dasar untuk efek analgesiknya yang kuat.
4. Diazepam (benzodiazepin)
- Diazepam, sebagian besar dikenal sebagai obat penenang, memiliki cincin aromatik pada strukturnya. Benzodiazepin berkontribusi pada efek anksiolitik dan antikonvulsan obat ini dengan berinteraksi dengan reseptor GABA-A di sistem saraf pusat.
5. Imatinib (inhibitor tirokinase)
- Imatinib, yang digunakan dalam pengobatan kanker, memiliki struktur aromatik pada cincin piridin-2-ilmetil-1H-imidazol yang berkontribusi pada sifat inhibisi tirokinase.
Komentar
Posting Komentar