Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Pertemuan 9

Prinsip-prinsip teoritis asam dan basa dalam proses metabolisme obat didalam tubuh Teori Brønsted-Lowry Menurut teori ini, asam adalah zat yang dapat menyumbangkan proton (H+), sedangkan basa adalah zat yang dapat menerima proton.Pendekatan ini lebih luas daripada teori asam-basa Arrhenius, yang hanya mempertimbangkan ion hidrogen (H+) dalam larutan air. Teori Lewis Menurut teori ini, asam adalah zat yang dapat menerima sepasang elektron, sedangkan basa adalah zat yang dapat menyumbangkan sepasang elektron.Pendekatan ini lebih luas lagi karena tidak terbatas pada transfer proton dan mencakup interaksi elektron. Prinsip Henderson-Hasselbalch Menghubungkan pH larutan dengan konsentrasi asam dan basa konjugatnya.Rumus Henderson-Hasselbalch dapat digunakan untuk memprediksi perubahan pH dalam suatu larutan akibat penambahan asam atau basa. Konsep pH Skala pH digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Rentang pH berkisar dari 0 (asam) hingga 14 (basa), dengan...

UTS Kimia Organik Dasar

1.     Jelaskan dengan memberikan sekurang-kurangnya tiga contoh peran berbagai konsep dalam kimia organic dasar dapat menjelaskan pilihan pola hidup sehat dalam kehidupan  modern saat ini. https://youtu.be/02xKyziLqUE 2.Jelaskan dengan memberikan contoh spesifik sekurang-kurangnya tiga jenis ikatan dalam kimia organik berkaitan dengan khasiat farmakologis https://youtu.be/26nqL0sHDfs 3.    Gambarkan sekurang-kurangnya tiga contoh struktur kimia tiga jenis obat dalam ruang tiga dimensi yang  saling berisomer  https://youtu.be/t4I4eKn-tr8 4. Jelaskan dengan memberikan sekuang-kurangnya tiga contoh mengapa stereoisomer suatu senyawa khiral   berperan penting dalam menguraikan khasiat farmakologis https://youtu.be/1i6cvYr5zds

PERTEMUAN 7

 Konsep kiralitas,stereoisomer, dan enansiomer Kiralitas Dalam konteks kimia, ini merujuk kepada sifat asimetri molekuler, yang artinya suatu molekul memiliki tata letak atom-atom yang tidak sama di sekitar satu atau lebih pusat kiral (atom karbon atau pusat simetri kiral). Banyak senyawa kimia yang ditemukan dalam alam, terutama dalam tubuh manusia, adalah senyawa kiral. Stereoisomer tipe isomer yang memiliki rumus kimia yang sama tetapi tata letak atom-atom yang berbeda dalam tiga dimensi. Molekul-molekul stereoisomer memiliki hubungan struktur yang lebih dekat daripada isomer lainnya, seperti isomer konstitusi. Stereoisomer dibagi menjadi dua subkategori: enantiomer dan diastereomer. Enantiomer pasangan stereoisomer yang merupakan gambar cermin satu sama lain dan tidak dapat tumpang tindihkan. Enantiomer memiliki aktivitas optik yang berlawanan. Ini berarti mereka dapat memutar cahaya polarisasi sejauh yang sama dalam arah yang berlawanan. Enantiomer juga dikenal sebagai "tanga...

PERTEMUAN 6

 Bentuk-bentuk struktur kimia dalam ruang tiga dimensi(sterokimia) Stereochemistry adalah cabang kimia yang mempelajari tiga dimensi ruang dan susunan molekul. Stereokimia mempertimbangkan bagaimana atom-atom dalam molekul tata letaknya dalam ruang tiga dimensi dan bagaimana susunan ini memengaruhi sifat-sifat senyawa dan reaktivitas kimianya. Stereoisomerisme ~Enantiomer adalah pasangan senyawa yang merupakan gambar cermin satu sama lain.misal, asam amino seperti L-glukosa dan D-glukosa ~Diastereomer adalah pasangan senyawa yang bukan gambar cermin satu sama lain. Sebagai contoh, dalam senyawa tartarat (asam tartrat), terdapat dua pusat kiral. Rasio E/Z (cis-trans) Isomer cis dan trans memiliki susunan atom-atom yang berbeda dalam hubungannya dengan ikatan ganda atau sikloheksana. Misalnya, dalam senyawa etena (C2H4), ada dua isomer E dan Z. Isomer E (trans) memiliki dua gugus hidrogen (H) di sisi yang berlawanan ikatan ganda, sedangkan isomer Z (cis) memiliki dua gugus hidrogen...

PERTEMUAN 5

 Tata nama senyawa organik Nomenklatur atau tata nama senyawa organik adalah sistem yang digunakan untuk memberi nama senyawa organik berdasarkan aturan tertentu. Nomenklatur senyawa organik mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) untuk memastikan bahwa nama senyawa tersebut konsisten dan universal di seluruh dunia. langkah-langkah umum dalam tata nama senyawa organik: 1.Identifikasi rantai utama 2.Penamaan cabang 3.Penamaan gugus fungsi 4.Penamaan gugus samping 5.Penentuan nomor lokasi 6.Penentuan akhiran 7.Penyusunan nama Contoh sederhana tata nama senyawa organik adalah sebagai berikut: CH4 = Metana C2H6 = Etana C3H8 = Propana C4H10 = Butana,dst ketika senyawa menjadi lebih kompleks dengan cabang, gugus fungsi, dan struktur yang lebih rumit, penamaan menjadi lebih rinci sesuai aturan IUPAC. Misalnya, senyawa C3H7OH akan disebut "1-propanol" berdasarkan aturan nomenklatur IUPAC.